Senin, 20 Februari 2012

Senja

"Nanti sore jadi kan kita liat senja lagi?"
"Jadi dong, pasti, ntar sore aku ke rumah kamu, buat jemput kamu."
"oke deh, aku tunggu."
kututup telpon dari Ester, pacarku. Ya, kami berdua sangat menyukai senja, alasannya adalah karena senja itu indah dan romantis. Matahari terbenam, burung kembali ke sarangnya dan semburat indah warna jingganya. Kami berdua biasa menikmati senja di sebuah taman kecil yang tidak sengaja kami temukan saat kami sedang berjalan-jalan. Suasana taman itu sunyi dan nyaman, menghadap ke arah barat pas banget deh pokoknya buat menikmati senja. hmm, lebih baik aku segera bersiap-siap.
^__________^
"Kita jalan aja Den yah kayak biasanya."
"Okeh, ayok berangkat."
Aku dan Ester berjalan menuju taman sambil bergurau dan bercanda. Aku selalu merasa nyaman saat dia didekatku. Dia selalu bisa membuatku tersenyum walaupun aku sedang sedih.
"Ester, kamu kenapa?"
"gak papa kok Den, cuma pusing sedikit, mungkin karena aku kecapaian."
"hmm, kalo gitu, kita pulang aja deh ya."
"gak usah, aku gak papa kok."
"beneran?"
"iya Den, bemeran kok, aku baik-baik ajah."
"oke deh, tapi kalo kamu gak kuat, bilang yah, kita pulang aja."
"okeh, pasti."
kami melanjutkan perjalanan sekitar lima menit dan akhirnya kamipun sampai di taman.
"bagus banget yah Den?"
"iya, indaahh bangeet."
"Denny, kenapa kamu liatin aku kayak gitu? ada yang aneh kah dari aku?"
"ohh, enggak kok, ak cuma takut kehilangan kamu aja, ak takut kita ga bisa ngeliat senja bareng-bareng lagi."
"hahaha, ngomong apaan sih kamu? kita itu pasti selalu bisa bersama, karena aku sangat sayang sama kamu dan aku janji gak akan pernah ninggalin kamu!"
"beneran ya kamu janji?"
"iya, aku janji!"
kicauan burung menemani kami yang sedang menikmati indahnya semburat jingga senja.
^__________^
Paginya saat hari minggu aku terbangun karena HP ku berbunyi.
"Iya tante, ada apa?"
"tadi malam Ester masuk rumah sakit, kamu bisa kan Den nemenin Ester di rumah sakit ?"
"kenapa tante baru kabari saya sekarang?"
"maaf Den, kemarin Ester bilang ke tante kalau sebaiknya kamu jangan tahu dulu, kamu bisa kan menemani Ester?"
"pasti tante, saya siap-siap dulu yah tante."
"iya Denny, terimakasih ya."
setelah itu telponpun kututup dan aku bergegas untuk bersiap-siap dan pergi menuju rumah sakit tempat Ester dirawat. perasaanku berkecamuk, apa yang sebenarnya terjadi pada Ester.
^__________^
sesampainya di rumah sakit aku bergegas menuju kamar tempat Ester dirawat. pikiranku masih kacau dan bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Ester. setelah sampai di kamar Ester perasaanku makin kacau dan bingung melihat wajahnya yang pucat tanpa senyuman, padahal baru kemarin sore aku melihat dia tersenyum manis. tubuhnyapun terlihat sangat lemah. aku merasa seperti ada yang kurang saat melihat wajahnya, ya senyumannya hilang. lama kupandangi wajah Ester hingga tak terasa aku meneteskan air mata.
"Denny, kamu kenapa nangis?"
aku terlonjak, ternyata Ester sudah bangun.
"gak papa kok, aku cuma sedih aja ngeliat kamu kayak gini."
"udahlah, gak ada yang perlu dikuatirin, ini cuma sakit biasa kok, aku cuma kecapekan."
"sakit biasa apanya?!! kamu sampai masuk rumah sakit Ester!"
"udah dehh, gak papakok, aku baik-baik aja." Jawab Ester ambil tersenyum lemah.
"ya udah, kalo gitu makanannya dimakan dulu yah biar kamu cepet sembuh, sini aku suapin."
"iya."
^__________^
aku menemani Ester sampai sekitar pukul sebelas malam saat kedua orang tuanya datang. setelah berpamitan pada tante Putri dan om Putra. sekitar limabelas menit akupun sampai di kostku dan langsung menuju kamar kostku dan tertidur.
^__________^
sudah sekitar dua hari aku belum menjenguk Ester, karena banyak tugas-tugas yang harus aku selesaikan. sebenernya sih aku kangen banget sama Ester, tapi yah mau gimana lagi tugasku harus diselesaikan dalam satu minggu ini. saat sedang menyelesaikan tugas, tiba-tiba saja handphoneku berbunyi. di layar tertera nama Tante Putri, mamanya Ester.
"Iya tante, ada apa dengan Ester?"
"kondisi Ester sedang drop, tolong kesini yah Denny cepat."
"iya tante, saya segera kesana."
bergegas kuambil kunci sepeda motor dan langsung kebawah segera pergi menuju rumah sakit.
^__________^
sesampainya di rumah sakit akupun segera menuju kamar tempat Ester dirawat. tubuhnya terlihat semakin lemah. "ya Tuhan, kenapa harus Ester yang mengalami semua ini? kenapa bukan aku saja? lebih baik aku yang merasakan sakitnya, daripada aku tersiksa melihat dia seperti ini." batinku dalam hati.
tiba-tiba saja tante Putri masuk.
"Denny, bisa kesini sebenter, tante mau bicara sama kamu."
"iya tante."
aku dan tante Putri keluar kamar dan duduk di bangku di depan kamar Ester.
"Denny, sebenarnya Ester selama ini menderita kanker otak, tante sebenernya ingin memberitahu kamu, tetapi Ester melarang tante untuk memberitahu kamu. oleh karena itu, tante mohon, tolong buat Ester bahagia dan lupa akan sakitnya, karena tante tau, Ester sangat sayang sama kamu."
"ya tante, pasti, aku pasti akan buat Ester bahagia, karena aku juga sangat menyayangi Ester."
Perasaanku makin tidak karuan, yang kupikirkan sekarang hanyalah Ester, aku takut akan kehilangan dia, aku sangat menyayanginya.
"ya Tuhan tolong sembuhkanlah Ester."
^__________^
pada suatu malam, saat aku sedang menemani Ester, dia terbangun.
"Denny.."
"kamu sudah bangun?"
dia hanya mengangguk lemah dan tersenyum. aku bersyukur dalam hati bisa melihat dia tersenyum lagi.
"sebaiknya kamu jangan terlalu banyak ngomong dulu, kesehatan kamu belum sepenuhnya pulih."
"aku punya sesuatu buat kamu Denny, ada di laci. tapi kamu belum boleh buka sekarang. kamu boleh membukanya saat sudah waktunya."
akupun mengambil barang yang dimaksud Ester. sebuah amplop, aku ingin bertanya, tetapi kuurungkan niatku untuk bertanya. segera aku masukkan saja ke dalam kantungku.
^__________^
sekarang aku bisa sedikit tenang, karena keadaan Ester sudah membaik dan diapun sudah tidak lagi dirawat di rung ICU. diapun sudah bisa seperti sediakala tertawa dan bercanda denganku. bahkan, setiap sore kami menikmati senja bersama meski di rumah sakit. 
"terimakasih Tuhan akhirnya Ester bisa pulih kembali." doaku dalam hati.
^__________^
pada suatu malam, saat aku aku sedang menyelesaikan makalah tiba-tiba tante Putri menelpon.
"Denny, Ester masuk ruan ICU lagi!"
"loh, bagaimana bisa tante?"
"tante juga tidak tahu, tiba-tiba saja kondisinya drop. lebih baik kamu segera kesini."
"iya tante, saya segera kesana."
akupun membereskan tuga-tugasku dan segera menuju rumah sakit.
"ya Tuhan, kenapa lagi ini? bukankah kemarin kondisi Ester sudah membaik? kenapa sekarang menjadi seperti ini lagi?". tanyaku dalam hati.
perasaanku bertambah kacau, aku tidak bisa berpikir dengan jernih, yang sekarang aku takutkan hanyalah kehilangan Ester. aku sangat menyayanginya, aku tidak mau kehilangan dia. lebih baik aku saja yang mengalaminya, daripada aku tersiksa melihat dia seperti ini.
^__________^
aku menemani Ester sampai larut pagi. tubuhnya terlihat sangat lemah, dia tidak bisa berbuat apa-apa. dia hanya bisa tertidur dengan selang infus yang dipasang di hidungnya. aku belum pernah melihat dia seperti ini. yang aku lihat dari Ester biasanya adalah keceriaan, senyum manis dan canda tawa, tetapi sekarang, dia hanya bisa berbaring tanpa bisa melakukan apa-apa.
"hmm, kenapa seperti ini? kenapa harus aku dan Ester yang mengalami semua ini? kenapa bukan orang lain saja?"
^__________^
aku tertidur, dan baru bangun sekitar pukul lima pagi karena tante Putri membangunkanku.
"Denny, sudah pagi, apa kamu gak kuliah?"
"eh, iya tante, saya masuk jam delapan kok."
"maaf yah Denny, tante ngerepotin kamu, sekarang biar tante yang jagain Ester, kamu pulang saja supaya bisa siap-siap untuk kuliah. makasih ya sudah mau membantu tante menemani Ester."
"iya tante sama-sama, nanti kalo ada apa-apa hubungi saya saja tante."
"terimakasih banyak loh ya Denny."
"iya tante sama-sama, saya pulang dulu ya tante, mari."
"iya, hati-hati ya di jalan Den."
"iya tante."
setelh berpamitan akupun pulang ke kostku. tetapi kenapa perasaanku tidak enak, seperti ada yang mengganjal dan kenapa aku terus saja memikirkan Ester? tapi segera kutepis pikiran buruk itu dan aku berdoa dalam hati supaya Ester baik-baik saja.
^__________^
saat jam istirahat perasaan itu semakin kuat mengganjal, akhirnya karena tidak tahan, akupun bolos kuliah dan segera menuju rumah sakit. di dalam hati hati aku berdoa supaya Ester baik-baik saja. sektar 20 menit perjalan aku pun sampai di rumah sakit. tante Putri menepuk punggungku dari belakang.
"Denny, kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Ester sudah meninggal."
aku hanya bisa diam, tidak tau apa yang harus aku lakukanaku hanya bisa menangis, aku masih belum percaya dengan pa yang terjadi.
"ini pasti salah, tidak mungkin Ester meninggal, dia masih hidup, aku yakin itu. dokter pasti salah, dia masih hidup! dia janji kalau dia tidak akan meninggalkan aku! dia masih hidup!"
"sudahlah Denny memang ini yang terjadi awalnya memang berat, tetapi kita harus bisa menerima semua ini supaya Ester bisa tenang di sana." om Putra menasehatiku, tapi air mukanya terlihat sangat sedih.
aku masih belum bisa percaya dengan semua ini. orang yang sangat aku sayang pergi secepat itu, dan ini bukan untuk sementara, tapi ini untuk selamanya. Tuhan, apakah memang ini yang harus terjadi? tapi kenapa aku yang harus mengalami ini semua?.
^__________^
esoknya saat pemakaman Ester aku hanya bisa diam dan menangis. aku melihat Ester terbaring kaku dalam peti. aku menebarkan bunga sambil berdoa pada Tuhan, semoga Ester bisa tenang di sana, aku ingin dia tahu bahwa aku sangat menyayanginya dan dia tak akan terganti untuk selamanya, selalu ada ruang untuknya di hatiku.
^__________^
seminggu berlalu sejak kematian Ester. sudah lama rasanya aku tidak menikmati senja, sore ini aku berjalan sendiri menuju taman dimana kami biasa menikmati senja. kubuka amplop yang kemarin Ester berikan untukku. kubaca perlahan isinya.

SENJA
seanggun warna senja menyapa
dia datang bersama warna indahnya
hatiku pun menyambut dengan senyum manisnya
semoga bintang penuh harapan meneranginya
ketika ia akan beranjak
aku takut takkan bisa bersamanya
aku takut kehilangan senyumnya
aku takut takkan bisa habiskan senja dengannya
namun bintang-bintang tersenyum padaku
ingatkan akan hari esok senja pasti akan kembali
dengan sejuta indanya

with love
Ester Putri P

kugenggam kertas itu erat-erat di dadaku.
"meski kamu sekarang sudah pergi, tetapi kamu tidak akan pernah pergi dari hatiku selamanya. akan selalu ada ruang untukmu yang tak ada satu orang pun bisa mengisinya. senja akan selalu ingatkan aku akan senyum manismu."
I LOVE YOU FOREVER ESTER !!!! 
---END---

with ..
Ester Putri Prameswari to Denny Wahyu Putra Pratama

dibuat: Februari 2010
diketik: Februari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar